generasi biroe

generasi biroe
inspirasi generasi muda

Selasa, 12 Januari 2010

maraknya penyalahgunaan wewenag

sekarang banyak kasus-kasus penyalahgunaan hak dan wewenang, ternyata masih saja terus berlanjut, para pemimpin daerah yang semestinya menjadi panutan dan harapan masyarakat namun ternyata perilakunya membuat rakyat jadi sengsara.

penerbitan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) dan pemakaian lahan hutan kepada Kopersi Bina Tani Buruk Bakul seluas kurang lebih 2.140 Ha di desa Buruk Bakul kecamatan Bukit Batu, kabupaten Bengkalis Riau menjadi janggal dan menimbulkan berbagai pertanyaan di masyarakat Riau, karena surat izin tersebut dikeluarkan oleh wakil bupati Bengkalis yaitu: H. Normansyah Abdul Wahab tanpa sepengetahuan bupati Bengkalis yaitu: Drs. Syamsurizal MM. artinya wakil bupati bengkalis yaitu: H. Normansyah Abdul Wahab telah menyalahgunakan wewenang yang bukan menjadi hak-nya

disamping itu yang menjadi pertanyaan besar bagi kita semua sebagai wakil masyarakat khususnya masyarakat Bengkalis dan Riau
pada umumnya adalah mengapa Wakil Bupati Kabupaten Bengkalis H. Normansyah Abdul Wahab mengeluarkan surat izin pemanfaatan kayu (IPK) dan pemakaian lahan hutan kepada koperasi Bina Tani Buruk Bakul tanpa koordinasi dan perintah dan intruksi dari Bupati Bengkalis?? dan dimana kayu itu sekarang berada??. disamping itu penebangan hutan yang akan dijadikan perkebunan kelapa sawit tidak hanya merugikan keuangan daerah tetapi akan menimbulkan efek negatif terhadap alam dan lingkungan Riau.

sebagai pemuda dan masyarakt yang peduli Riau kita akan terus memperjuangkan kasus ini sehingga menemui titik penjelasan karena kasus penyalahgunaan wewenang ini telah merugikan masyarakat khusus'a masyarakat Bengkalis.

maka dari itu kita sebagai masyarakat mendesak pemerintah khususnya KPK untuk:
  1. usut tuntas penyalahgunaan wewenang Wakil Bupati Bengkalis ( H. Noormansyah Abdul Wahab ) atas izin pemanfaatan kayu lahan hutan seluas 2.140 Ha.
  2. usut tuntas aliran dana hasil penebangan hutan di Kabupaten Bengkalis yang melibatkan wakil Bupati Bengkalis ( H. Noormansyah Abdul Wahab ) dan koperasi Bina Tani Buruk Bakul.
  3. penyalahgunaan wewenang wakil bupati Bengkalis ( H. Noormansyah Abdul wahab ) merugikan keuangan daerah
mari kita usut tuntas penyalahgunaan wewenang, biar pd kapok.

Minggu, 10 Januari 2010

kita masih muda

Satu hal pemikiran telah datang
Hancurkan rongga-rongga kepalsuan
Tak sabar menunggu datangnya kepastian
Panas di hati sudah tak tertahankan
Kami muda punya harapan
Kami muda punya tujuan
Tuk membangun s'mua tantangan
Kehadiran dan keseimbangan
Kami masih muda
Masih punya banyak cita
Kami masih muda
Jelang esok penuh pesona

Jumat, 08 Januari 2010

jinna

Jinna turun kejalan mencari pelarian
Hindari tekanan yang menusuk dada ..
Jinna gadis belasan keluarganya brokenhome
Punya papa preman dan maminya oo

‘Tiada tempat tuk mengadu tak pernah dapatkan...
'tiada tempat tuk mengadu tak pernah dapatkan...
belaian....

Jinna dalam pelukan laki2 jalanan
Cari perhatian dan tempat bermanja ..
Cinta terlalu jauh lanjut dengan rock’n’roll
Sang dewa cabut .. tinggal jinna kecewa ..

‘Mulai akrab dengan ganja dan lakukan kebebasan...
'mulai akrab dengan ganja dan lakukan kebebasan...
sex....

jinna duduk termenung .. di trotoar jalanan ..
tatapmata tak terlintas harapan ..
aku hanya melihat dari balik kaca mobilku
andai aku bisa lakukan sesuatu ..

‘mulai akrab dengan germo ..kebebasan kelewatan
'mulai akrab dengan germo ..kebebasan kelewatan

jinna pergi tinggalkan rumahnya ...

kehidupan

Suatu saat aku merasakan
Segala sesuatu yang ku miliki hilang
Namun telah ku sadari sebelumnya
Semuanya hanya sementara
Aku sering bertanya di dalam doa
Tentang apa artinya hidup
Dari lahir, hidup dan akhirnya mati
Aku tak minta dilahirkan
Dan aku tak menginginkan kematian
Tapi apa dayaku
Di bawah sang penguasa ?
Akhirnya aku simpulkan
Hidup itu seperti mimpi
Terjadi begitu saja dan akan berakhir

Ya, semua mimpi
Hidup yang kita nikmati
Adakah yang lebih baik
Dari pada menikmati mimpi ?

Aku merasa sebagai makhluk yang paling hina
Yang hidup kehidupan yang bukan milikku
Dan aku sering mengeluh atas segala kekuranganku
Dan aku lupa pada yang berkuasa

Umurku tak menjamin nafasku
Nyawaku tak dapat dibeli
Kepada siapa aku harus mengabdi ?
Haruskah aku bersandiwara ?

Ku hanya bisa terdiam dan membisu
Saat rasakan jiwaku terbelenggu
Tak sanggup tuk memutar waktu, yang berlalu
Yang telah hilangkan bahagia dihatimu

Ku coba luluhkan suasana
Ku coba untuk tertawa
Namun senantiasa
Menjadi khayal semata

Tangis bathinku takkan pernah mampu mengulangi
Semua kesejukkan hati yang terperih
Kini ku genggam pedihnya pilu dan emosi
Dan ku hanya diam dan membisu tersimpan di hati

Aku coba untuk tak merasa
Hindari kejamnya dunia
Namun senantiasa
Menjadi khayal semata
Kau diam ... membisu ...

Keheningan malam dengarlah sapaku
Bawalah diriku ke alam damaimu
Hembuskan nafasmu tuk sejukkan jiwaku
Agar kurasakan damai bersamamu ...

Keheningan malam bukakanlah mataku
Dari semua mimpi dan juga khayalku
Terbesit dikalbuku kedamaian itu
Agar kurasakan damai bersamamu
Damai selalu

Keheningan malam hadirkan damaimu
Untuk melepaskan duka nestapaku
Berikan jalanmu tuk qapai harapanku
Agar kurasakan damai yang selalu ...
Bersama damaimu ...

Jumat, 01 Januari 2010

met taon baru

SELAMAT TAON BARU......
smoga d'taon bru ne.... negara kita lebih maju...

pa yang kalian blm capai mga ja t'cpai, pa k'inginan u, N pa yang hrus u ubah


 

Selasa, 29 Desember 2009

awal baik bagi penegak hukum

Bebasnya Prita Mulyasari adalah merupakan kemenangan publik yang sukses memberikan tekanan terhadap kasus yang tidak memenuhi rasa keadilan. Publik melalui berbagai media cetak dan elektronik telah memberikan tekanan luar biasa terhadap ketidakadilan yang menimpa Prita Mulyasari. Ternyata tekanan publik yang begitu besar mampu mempercepat terwujudnya keadilan bagi Prita Mulyasari. Secara politik, putusan bebas Prita telah memberi inspirasi kepada publik untuk bereaksi dan memberikan tekanan apabila mengalami ketidakadilan.
Kemenangan Prita Mulyasari juga merupakan kemenangan konsumen. Sudah selayaknya para produsen dan penyedia jasa layanan harus menjadikan keluhan dan komplain konsumen sebagai cambuk untuk memperbaiki diri dan memberikan pelayanan yang lebih baik. Seharusnya konsumen yang kritis mendapatkan “reward” seperti di Jepang. Di Jepang konsumen adalah raja. Saya pernah komplain rekening listrik yang tiba-tiba melonjak. Setelah mereka cek ternyata kesalahan ada pada petugas pencatat lapangan. Mereka pun meminta maaf dengan mengirimkan manajernya langsung ke rumah saya, sambil membawa berbagai hadiah yang cukup berharga.
Harapan saya, konsumen Indonesia juga bisa menjadi raja seperti konsumen di Jepang. Memang butuh waktu, tapi dengan tekanan publik yang besar seperti kasus Prita Mulyasari sepertinya harapan itu bisa cepat terwujud. Semoga…
Harapan satu-satunya adalah pada proses politik, yaitu inisiatif pemerintah atau DPR untuk mengubah UU ITE ini. Namun apakah anggota DPR yang baru terpilih nanti punya kepedulian soal ini? Ataukah Presiden RI yang baru dan akan dilantik 20 Oktober 2009 nanti, punya keberanian untuk mengajukan inisiatif revisi UU ITE?
Bila tidak ada yang mengajukan perubahan UU ITE....maka bersiaplah kita memasuki ‘masa kegelapan'  sebagai konsumen, setelah 21 April 2010. Setiap komplain di internet akan dibungkam oleh perusahaan dengan tuntutan hukum (UU ITE).



Dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Dondy K Sudirman dicopot dari jabatannya. Saya langsung terpikir, adakah dicopotnya Dondy terkait kasus Prita Mulyasari yang diduga terzolimi oleh kejaksaan sehingga terpaksa harus meringkuk di tahanan?
Seperti biasa, pihak Kejaksaan Agung membantah dicopotnya Dondy terkait kasus Prita, ibu rumah tangga yang menyebar ketidakpuasan atas layanan RS OMNI melalui surat elektronik. Kejaksaan Agung menyatakan, hal itu merupakan mutasi biasa dan tidak terkait dengan kasus penanganan Prita Mulyasari oleh kejaksaan. Silakan saja deh berkilah.
Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Jasman Pandjaitan, Dondy kini menjadi staf ahli Jaksa Agung, Posisi Kajati Banten diisi Abdul Wahab Hasibuan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kajati Sumatera Selatan.  “Ini mutasi biasa, dan dilakukan terhadap pejabat lainnya,” kilah jasman sebagaimana diberitakan situs itu.
semoga ini awal baik bagi penegak hukum di'indonesia.

Jumat, 25 Desember 2009

keadilan



Saya tertarik dengan jargon iklan sebuah produk kecap dalam negeri yang setiap kali ditayangkan di televisi dikatakan begini “…..karena rasa tak dapat menipu”. Kata-kata yang sebenarnya sederhana namun kaya makna. Sebuah rasa memang tak dapat menipu. Kira-kira itulah yang terjadi dengan masyarakat kita akhir-akhir ini. Sedih, marah, jengkel ,pusing,bingung, terkejut mungkin adalah perasaan-perasaan (rasa) yang sekiranya tidak dapat menipu. Sebuah rasa dari nurani masyarakat yang jujur, tidak dibuat-buat manakala melihat ulah penguasa negeri ini. Kisruh KPK-Polri, Kasus Bank Century, Makelar Kasus (Markus), Mafia Peradilan, dan sederet permasalahan hukum lainnya yang menjadi panggung pertunjukan untuk masyarakat. Masyarakat berani memaki-maki, menghujat dan mengkritisi pemimpinnya karena sebuah rasa keadilan telah direnggut, namun jika di tanya pada penguasa dan penegak hukum, adakah rasa keadilan?



Kini kita mempertanyakan sejauh mana upaya penegakan hukum di negeri ini akan bergerak terkait begitu kentalnya aroma penggunaan kekuasaan dalam mengintervensi proses hukum, lebih jauh lagi bagaimana masa depan penegakan hukum di negeri ini. Karena kita pahami bahwa penegakan hukum yang didasari kepastian hukum dan terbentuknya rasa keadilan di mata publik menjadi salah satu syarat pembangunan bangsa secara keseluruhan. Apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan ekonomi dan politik nasional dan internasional yang terus berkembang mensyaratka hal tadi sebagai tiket bagi hadirnya modal dan sumberdaya lainya untuk membangun bangsa, yang tidak bisa lagi mengucilkan diri dari pergaulan dunia.

Seharusnya pimpinan lembaga peradilan menerima kritikan masyarakat dengan rasa hormat dan lapang dada. Tudingan tentang adanya mafia peradilan oleh masyarakat seharusnya dapat memicu Mahkamah Agung bersama jajarannya untuk menggeledah diri secara sungguh-sungguh. Penggeledahan secara cermat dan serius akan membawa hasil terbaik demi perbaikan peranan para hakim dan para abdi keadilan. 

Jika para pencari keadilan akhirnya menemukan keadilan, termasuk temuan rasa adil di posisi puncak lembaga peradilan, maka ada harapan bahwa supremasi hukum dapat ditegakkan. Selama keadilan masih terus-menerus dilelang dan yang menang hanyalah yang kuat dan bermodal besar, maka selama itu supremasi hukum hanyalah idiom tanpa makna, kecuali makna dusta atau “nonsense”. Kenyataan suram demikian akan menjauhkan masyarakat dari usaha untuk memperoleh keadilan. Warga masyarakat yang merasa sia-sia mencari keadilan akhirnya tak mempercayai peradilan di negeri ini.

Ketika masyarakat sudah tak menaruh kepercayaan dan harapan pada lembaga peradilan, maka gaya hidup main hakim sendiri akan dijadikan jalan alternatif untuk memenuhi atau memuaskan rasa adil. Pemuasan rasa adil secara melawan keadilan itu sendiri dapat menjadi sebuah kebiasaan buruk yang secara kumulatif dapat menghambat usaha untuk menegakkan supremasi hukum. Supremasi hukum yang gagal dapat juga menggagalkan usaha masyarakat bersama pemerintah untuk secara bertahap tapi pasti, mencapai tujuan nasional, yaitu masyarakat yang adil dan sejahtera.
 

 kita dapan melihat teramat banyak kasus di negeri ini yang mempertontonkan kebijakan hukum yang menciderai rasa keadilan, keadilan seolah bukan menjadi bagian penegak hukum. hukum dijalankan dengan OTOT, UANG, KUASA.




 banyak fakta yang membuktikan kalau pengadilan bukan tempat yang baik untuk berburu keadilan. jika keadilan sering diciderai, lambat laun akan kehilangan martabatnya. martabat hukum tidak berdaya menghadapi kuasa kegegelapan yang menyelimutu wajahparadilan, hukum hanya barang mainan.
rasa luka dalam keadilan yang terjadi dalm kasus di negeri ini merupakan cermin gagalnya bangsa ini membangun hukum, dan kegagalan pemimpin untuk menjaga amanat penegakan rasa keadilan.
sudah lama keadilan menjadi barang mainan yang mempunyai UANG, KEKUASAAN.

di depan cengkraman kekuasaan dan orang kuat, hukum tak lagi memiliki taring, hukum mandul karena menginjak yang bawah dan mengangkat yang atas.

yang sekarang kita tonton adalah hukum tumpul menghukum arang kuat, mantan pejabat, koruptor tapi tajam beringas menghukum kelas TERI. coba kita liat nenek yang sudah tua, sudah tidak kuat jalan dengan hanya mengambil 3 biji kakao (coklat), sekali lagi hanya 3 buah biji kakao, dari ribuan hektar lahan kakao, tanpa basa basi langsung dijatuhi hukuman 1,5 bulan. sementara disaat yang bersamaan hukum seperti membiarkan para MAFIA KEADILAN berlenggang-kangkung tanpa tersentuh oleh jerat hukum.

Gilanya tradisi yang ada di dunia ini siapa yang kuat dialah yang berkuasa berlomba2 mengincar-incar mangsa jika manusia tak kenal lagi manusia jilat menjilat itu mah sudah biasa tikam sana tikam sini dan siap memangsa...
yang kuat menguasai yang lemah dikorupsi, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin, yang pintar membodohi yang bodoh di budayakan....





Kamis, 24 Desember 2009

koruptor

korupsi sekarang merajalela, dari kaum atas ampe kaum bawah.. gimana negara ini bisa maju kalau duitnya dikorup trus????
Apa bedanya Koruptor dan tikus kantor? Ada yang tau?…menurut saya sih bedanya terletak pada penampilan fisik Kalo koruptor itu punya jabatan, kedudukan dan kewenangan. Trus berdasi, hidup di lingkungan yang bersih, kelimis dan sangat necis. Nah kalo tikus kantor adalah termasuk binatang pengerat yang menetap di tempat kotor, suka memakan apa saja yang ditemukan. Ketemu kertas yah dimakan, ketemu lem, kabel, sandal, sepatu semuanya dimakan. Selebihnya dari kedua subyek tersebut adalah sama – sama ciptaan Tuhan. Hanya saja, Koruptor ternyata itu lebih hina dari tikus kantor. Lho…koq …ya iyalah masa ya ya dong. Bayi aja dibedong, masa koruptor digendong?…. (dibanting aja,….bro…)


Koruptor adalah makhluk yang perfektif, Ia diberikan akal pikiran, ilmu, tempat yang terhormat dan memiliki fasilitas yang lebih dari sekedar cukup. Derajatnyapun lebih superior dari binatang. Namun demikian, sifat rakusnya melebihi binatang yang lapar sekalipun. Ia bisa memakan apa saja, termasuk makan semen, pasir, aspal dan lain sebaginya. Dia juga mampu menyulap angka-angka bak seorang pesulap David Coferfield, lho…Mampu mengmark-up angka-angka pada Anggaran maupun pada angka data statistik. Bahkan ia pandai berakting dengan memainkan peran wataknya yang hanya bisa diperankan oleh aktor sekaliber Dedy Mizwar. Weeleeeeh…..








Koruptor memang bukan tikus kantor, tetapi identik karena harta bendanya diperoleh dari hasil yang kotor-kotor, persis seperti yang dilakukan oleh tikus kantor. Yah, namanya juga tikus, bro… mo tikus loteng, tikus got, tikus sawah tetap aja bikin kita geli. Rumah siapa sih yang mau dihuni banyak tikus? Nah, jika Anda kebetulan menjumpai tikus-tikus di rumah cepatlah beli Anti Tikus. Terserah mo beli racun tikus, lem tikus, yang penting rumah kita sehat, bersih dan nyaman. Maka dari itu, agar negeri yang tercinta ini dapat menjadi Negara yang sehat, bersih dan nyaman …Ayo mari kita bersama-sama perangi tikus-tikus….



Rabu, 23 Desember 2009

garudaku


Sinar matamu tajam namun ragu

Kokoh sayapmu semua tahu

Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan

Kuat jarimu kalau mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda

Bersatu dalam cengkeramanmu

Angin genit mengelus merah putihku

Yang berkibar sedikit malu-malu

Merah membara tertanam wibawa

Putihmu suci penuh kharisma

Pulau pulau yang berpencar

Bersatu dalam kibarmu


Terbanglah garudaku

Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh.....

Berkibarlah benderaku

Singkirkan benalu di tiangmu

Jangan ragu dan jangan malu

Tunjukkan pada dunia

Bahwa sebenarnya kita mampu


Mentari pagi sudah membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita berjanji


Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut

Sang saka bukan sandang pembalut

Dan coba kau dengarkan

Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut


Yang hanya berisikan harapan

Yang hanya berisikan khayalan

mereh putih


Tak lelahkah
Kau di ujung tiang atas sana
Gak letihkah
Kau berkibar menantang angin di atas sana

Putihmu yang lusuh
Penuh debu
Merahmu yang luntur
Bercampur air hujan

Gak cukupkah
Banyak nyawa yang hilang dan terbuang percuma
Berapa lagi
Banyak korban berceceran darah tak berdosa

Putihmu yang suci
Jangan ternoda
Merahmu yang berair
Diterpa hujan badai

Turunlah kau sejenak
Di tengah tiangku ..............

Dia yang mati dan telah pergi
merasa dihormati


tong kosong

Sedikit ngerti ngaku udah paham
Kerja sedikit maunya kelihatan
Otak masih kaya 'TK,
Koq ngakunya Sarjana
Ngomong-ngomongin orang
Kaya udah jagoan...

Tonk kosong nyaring bunyinya
Klentang-klentong kosong banyak bicara
Oceh sana-sini ngak ada isi
Otak udang ngomongnya sembarang

Hak manusia ingin bicara
Hak manusia ingin bernyanyi
Kalau sumbang janganlah didengarkan
Kalau merdu ikutlah bernyanyi

Jangan ngelarang-larang
Jangan banyak komentar
Apalagi menghina

Terserah mereka kalian atau saya
Asal nggak ngelanggar hukum
Biarkan saja
Tonk-tonk kosong mending pada diam
Biar dunia tentukan pilihan

Yang mana yang benar ....
Yang mana yang baik ...
Dari pada elo jadi ....

Jumat, 18 Desember 2009

GINYOE


yang terpenting dalam GINYOE bukanlah k'bersamaan.. tapi adanya komitmen N k'terkaitan hati...
GINYOE berdiri 27-agustus-2000 yang artinya Generasi Islam Nasional Yang Universal, dengan motto Slow But Sure, GINYOE berdiri d'indramayu... dalam sebuah pesantren Al-zaytun...
dan sekarang bascame d'ciledug....
27-agustus 2000 berdiri GINYOE, 2003 SERDADOE GINYOE, 2005 TERBOCIL GINYOE, 2007 ROTRET GINYOE....
GINYOE mempunyai crew yang d'beri nama KRU BAJAK LAUT CENTONG MERAH, yaitu crew yang doyam makan, rata2 smua anak GINYOE ci yang doyan makan...
jaya trus buat GINYOE, GINYOE never die, trus berdiri d'atas smua golongan ampe anak cucu