Suatu saat aku merasakan
Segala sesuatu yang ku miliki hilang
Namun telah ku sadari sebelumnya
Semuanya hanya sementara
Aku sering bertanya di dalam doa
Tentang apa artinya hidup
Dari lahir, hidup dan akhirnya mati
Aku tak minta dilahirkan
Dan aku tak menginginkan kematian
Tapi apa dayaku
Di bawah sang penguasa ?
Akhirnya aku simpulkan
Hidup itu seperti mimpi
Terjadi begitu saja dan akan berakhir
Ya, semua mimpi
Hidup yang kita nikmati
Adakah yang lebih baik
Dari pada menikmati mimpi ?
Aku merasa sebagai makhluk yang paling hina
Yang hidup kehidupan yang bukan milikku
Dan aku sering mengeluh atas segala kekuranganku
Dan aku lupa pada yang berkuasa
Umurku tak menjamin nafasku
Nyawaku tak dapat dibeli
Kepada siapa aku harus mengabdi ?
Haruskah aku bersandiwara ?
Ku hanya bisa terdiam dan membisu
Saat rasakan jiwaku terbelenggu
Tak sanggup tuk memutar waktu, yang berlalu
Yang telah hilangkan bahagia dihatimu
Ku coba luluhkan suasana
Ku coba untuk tertawa
Namun senantiasa
Menjadi khayal semata
Tangis bathinku takkan pernah mampu mengulangi
Semua kesejukkan hati yang terperih
Kini ku genggam pedihnya pilu dan emosi
Dan ku hanya diam dan membisu tersimpan di hati
Aku coba untuk tak merasa
Hindari kejamnya dunia
Namun senantiasa
Menjadi khayal semata
Kau diam ... membisu ...
Keheningan malam dengarlah sapaku
Bawalah diriku ke alam damaimu
Hembuskan nafasmu tuk sejukkan jiwaku
Agar kurasakan damai bersamamu ...
Keheningan malam bukakanlah mataku
Dari semua mimpi dan juga khayalku
Terbesit dikalbuku kedamaian itu
Agar kurasakan damai bersamamu
Damai selalu
Keheningan malam hadirkan damaimu
Untuk melepaskan duka nestapaku
Berikan jalanmu tuk qapai harapanku
Agar kurasakan damai yang selalu ...
Bersama damaimu ...
generasi biroe
inspirasi generasi muda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
w suka tulisan'a......
Posting Komentar